Posts

Showing posts from February, 2019

Epilog.

Untukmu, Bintang terang di ufuk langit malam. Izinkanlah aku menulis untuk yang terakhir kalinya tentangmu. Ya, tentangmu yang selalu kudamba, tapi tak pernah menyapa. tentang senyumanmu, yang tak pernah habis cahayanya berbinar, tapi tak pernah tersandar Juga tentang matamu, sebuah keindahan yang nyata, tapi tak pernah sedikitpun aku bisa menatapnya. Aku penasaran, bagaimana caramu menyihirku? Bagaimana caramu melihat sisi lain dunia dengan tatapanmu? Lalu seandainya diizinkan, bedosakah aku hidup dalam hatimu? Berjuta pertanyaan selalu muncul dalam benakku tentangmu. Kurasa, kau berhutang maaf padaku. Perihal kau yang masuk dan keluar semaumu ke dalam duniaku yang kacau. Kau ini, ceroboh, sangat sulit untuk bersabar, bodoh, konyol, aneh, dan juga monolog. Namun, aku menyukainya. Ingatkah saat aku mengantarmu kembali? Langit jingga saat itu, tanpa sadar mengikuti alur perbincangan kita tentang kehidupan. Hingga saat kau menunjukan keahlian monolog y...

Cerita dibalik Album 21st Century Breakdown (Green Day)

Image
21st CENTURY BREAKDOWN Nah, sebelumnya gue sudah menjelaskan tentang sejarah seluk beluknya Greenday, sebuah band yang sudah menjadi legenda hidup bagi para fansnya. dan pada kesempatan kali ini, gue mau kasih tau ke lo semua kalo album dia yang berjudul 21st Century Breakdown ini gokil, dan bener bener gak terduga. kenapa gue bilang gak terduga? Karena gue baru banget sadar dari lagu pertama, lagu pembuka lagu ini sampai lagu terkahir kalo lo resapi liriknya ternyata menjadi sebuah cerita yang menurut gue bagus untuk lo semua tau. sebelum gue jelasin ceritanya berikut gue cantumin daftar dari lagu lagu album ini, Jadi di dalam album ini ada 18 lagu totalnya, dan kemudian dari setiap lagu tersendiri mempunyai sebuah jalan cerita yang nyambung ke lagu yang satu dan lagu selanjutnya sehingga membentuk sebuah cerita. dan selanjutnya gue bakalan jelasin apa cerita dari album ini. Song Of The Century (0:58) Lagu Pembukaan dari album ini nuansanya seperti orang yang se...

Aku Dimana?

Belakangan Ini, aku benar-benar sangat sesak. Mereka Teriak "Kau bukan salah satu dari kami" Ada pula yang berteriak "Kami lebih baik daripada kalian" Hingga sampai aku muak, aku melontarkan pertanyaan kepada diriku. Siapa kita? Dimana aku? Mengapa mereka sangat jahat? Jahat karena mengklaim tanah ini tanah moyang mereka. Apakah aku yang bodoh? Apakah aku salah? Apakah aku terlalu menuruti intuisi? Sebab disuatu malam aku berpikir. Mengapa kita tidak bisa hidup bersama? Mengapa hidup disini sangat tidak mudah? Mengapa mereka menekan nalarku? Apakah karena aku hanya sebagian kecil? Apakah karena bilurku terbuka lebar lantas mereka bisa seenaknya menginjaku? Kurasa kalian tau apa yang ingin kujelaskan disini. Para tetua berspekulasi bahwa tanah ini bukan milik siapa-siapa. Tanah ini milik kita yang hidup mendiaminya. Bukan milik mereka yang mengaum bersama golongannya. Bukan pula milik mereka yang duduk di atas cakrawala. Apakah tidak bisa kita hidup ...