Terpatri
Dunia ini sepertinya masih saja ingin menjinakkanku. "Hiduplah dengan bebas" masih ingin kurasakan. Aku ingin hidup di tempat yang tak terjangkau dari kata "Selamat tinggal" - Akhirnya, waktunya tiba. Hingga kemarin, semuanya adalah Permulaan dari sebuah prolog. Tak perlu dibaca, Sekarang adalah giliranku Membawa serta semua pengalaman, pengetahuan dan juga keberanian yang telah berjamur. - Teringat dengan janji untuk pergi menyelami dirimu dengan kecepatan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Di tengah lelapnya tidurku, Aku bermimpi melawan arus yang tak semestinya ditantang. Sampai aku terbangun, aku menatap langit-langit rumah yang seakan berbicara. bahwa, Tak peduli seberapa keras kata takdir maupun masa depan berusaha untuk mengulurkan tangan mereka, Kita berdua telah jatuh cinta di tempat yang tak akan bisa dicapai oleh mereka. - Jarum jam pun terus berdetak maju, sambil melirik kita dengan bola matanya. ...